Mencari Rizki

Jum’at Berkah

“Apabila sholat telah ditunaikan maka bertebaran lah kamu dimuka bumi ini, cari lah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak -banyaknya, agar kamu beruntung”.

Al Jumuah : 10

Mencari rizki bertujuan untuk mempertahankan kehidupan. Hidup harus dipertahankan karena amanah manusia sebagai khalifah di dunia ini. Memang benar, bahwa Nabi Adam diturunkan kedunia karena kesalahan. Namun kita harus yakin bahwa ini semua adalah kehendak Allah. Tidak ada kejadian tanpa perintah Allah. Sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk mengeluh, mengapa ia dilahirkan.

Manusia tidak boleh berputus asa, karena rizki sudah dijamin oleh sang Khalik. Untuk ketahanan kehidupan ini memang manusia perlu makan dan minum sebagai kebutuhan pokok, selain sandang dan papan. Oleh karenannya, mencari rizki adalah pekerjaan wajib yang harus dilaksanakan.

Bekerja mencari rizki sesuai dengan tata cara yang dicontohkan Rasulullah merupakan kewajiban seorang muslim. Rizki yang halal akan mengantarkan orang semakin dekat kepada Allah. Selain itu, rizki yang halal akan menjadikan seseorang mustajab doanya. Karena halal adalah bersih, tidak bercampur dengan barang subhat maupun haram.

Dalam realita, apalagi pada jaman seperti sekarang ini, mencari rizki bukan persoalan yang mudah. Persaingan memperoleh sesuap nasi, dan seteguk air untuk dirinya dan keluarga semakin ketat. Lapangan pekerjaan semakin sempit, sebaliknya pertumbuhan manusia semakin banyak. Dihadapan, selalu ada tantangan dan ujian. Dagangan tidak laku, menjual jasa kalah bersaing, ditipu, dan yang lebih perih adalah diberhentikan dari pekerjaan. Semua kejadian itu, terkadang membuat orang frustasi, stress dan depresi akibat dari tidak sanggup menghadapi itu semua.

Stres maupun frustasi yang berlarut bukan memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi, malah bakal menambah beban dalam hidup. Maka, harus segera bangkit seraya mengintrospeksi diri.

Berbeda bagi orang yang beriman. Karena mereka ini telah berpegang teguh terhadap janji Allah yaitu tidak satu pun makhluk yang bergerak (bernyawa) di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya. Statemen ini menimbulkan perilaku tidak malas, tetap berusaha, pantang menyerah. Perilaku orang yang beriman memandang bahwa semua telah tertulis, sehingga ia hanya selalu berusaha, yang selanjutnya adalah pasrah terhadap hasil.

Orang yang beriman, melaksankan semua perintah karena semata-mata perintah Allah. Anak-anak selalu menunggu kehadiran orang tua meskipun mendapat rizki ataupun tidak. Mereka selalu menyambut dengan muka berbinar, larut dalam dekapan, dan selalu mencium pipi. Saat-saat seperti inilah obat lelah yang paling mujarab, setelah seharian berburu rizki.