Mendengar

Jum’at Berkah

Dan jika setan mengganggumu dengan sesuatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia As-Samii’ (Dzat yang Maha mendengar) dan Al-Aliim (Dzat yang Maha mengetahui). Fushilat : 36

Allah menciptakan telinga dalam bentuk yang paling indah dan sesuai fungsinya. Dia menjadikan bentuk daun telinga seperti sendok atau melengkung agar dapat mengumpulkan suara, hingga masuk ke lubang telinga. Bentuk tempurung memungkinkan semua jenis suara dapat ditangkap, yang selanjutnya dipantulkan lewat satu arah.

Allah menciptakan daun telinga sedemikian rupa sehingga lipatan, rongga dan lengkungan-lengkungan dapat menahan dan mengontrol udara dan suara yang masuk. Lubang yang panjang, memungkinkan serangga atau hewan kecil lainnya tidak sampai pada lubang telinga. Hikmah yang lain, bahwa di dalam telinga ada cairan yang amat pahit, sehingga binatang kecil enggan untuk masuk.

Secara fisik, telinga dapat dibagi menjadi tiga bagian. Telinga luar, tengah dan dalam. Faedahnya, telinga bagian luar untuk mengumpulkan suara. Telinga bagian tengah berfungsi untuk menghasilkan getaran yang akan diteruskan ke dalam. Sedangkan bagian dalam merupakan tempat dimulainya sinyal saraf. Saraf ini terhubung ke otak, dan terjalin juga dengan saraf lain untuk memberi respon akibat dari getaran.

Secara maknawi, As-Samii’ berarti Maha Mendengar. Hanya saja, masih banyak manusia mendengar hanya sebatas mendengar sesuai dengan suara yang datang. Sifatnya masih fisik. Setelah suara di dengar maka otak akan bekerja sesuai dengan yang didengar.

Lawan dari sifat Maha Mendengar ialah Kaunuhu ashumma atau Dzat Yang Tuli yang merupakan sifat mustahil bagi Allah. Allah dapat mendengar segala sesuatu dan pendengarannya tidak terbatas dengan telinga dan alat-alat pendengaran lain yang ada.

Pendengaran Allah tidak sama dengan makhluk. Allah tidak bingung dengan banyaknya hal yang harus didengar. Misalnya, ketika banyaknya permintaan atau doa dari hamba-Nya, maka semua doa tersebut didengar dan dikabulkan.

Sebagai seorang muslim, meyakini bahwa Allah mendengar apapun yang kita ucapkan. Baik yang terucap maupun dalam batin. Artinya, bahwa Allah itu begitu pemurah dan penyayang. Sebab rasa senang, gembira, prihatin, sedih, bingung, semua di pantau oleh Allah. Dan Allah pasti memberikan jalan yang terbaik menurut-Nya. Semua ucapan atau do’a akan dijawab sesuai dengan keinginan-Nya.