Mendeteksi Anak

Diagnostik atau Diagnosa biasanya dikenal dalam dunia dunia medis. Sebelum dokter mengobati pasien, tentunya ia akan berusaha mencari penyebab sakit yang diderita pasien melalui pemeriksaan secara intensif. Setelah penyebab sakitnya diketahui, dokter akan memberikan obat yang tepat untuk penyembuhan pasien. Upaya dokter mencari penyebab sakit yang diderita pasien melalui pemeriksaan secara intensif inilah yang dimaksud dengan diagnosis.

Seorang guru tidak jauh berbeda dengan dokter. Sebelum guru melanjutkan materi, terlebih dahulu guru memeriksa, apakah materi prasyarat yang telah disampakan terdahulu telah dimengerti oleh siswa?

Diagnosa merupakan salah satu model pembelajaran. Biasanya seorang guru dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa langsung pada pokok materi, tanpa melihat kondisi siswa. Tingkat pemahaman siswa dalam menyerap materi, mestinya diperhitungkan pra kondisinya. Kemampuan-kemampuan tertentu sebelum masuk ke dalam materi perlu dilakukan, agar kelak tidak menjumpai kesulitan.

Apa sebenarnya diagnosa itu? Diagnosa memilki dua macam makna yaitu : (1) penentuan jenis penyakit dengan cara meneliti (memeriksa) gejala-gejalanya. (2) pemeriksaan terhadap suatu hal.

Dalam pendidikan, diagnosa merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui kelemahan-kelemahan siswa, sehingga dengan tes tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan tindak lanjut berupa perlakuan yang sesuai dengan siswa.

Metode diagnostic sangat diperlukan untuk materi pelajaran yang berkelanjutan, atau materi yang memerlukan prasyarat. Misalnya : Untuk dapat mengetahui luas daerah dan volume tabung, harus mahir dalam pelajaran keliling dan luas daerah lingkaran. Demikian pula untuk pelajaran model spiral, seperti trigonometri. Tidak mungkin seorang siswa dapat memainkan cotangent dengan tangkas, tanpa mengetahui dasar-dasar sinus, cosinus dan tangent.

Guru harus faham dan menghargai karakteristik siswa. Anak satu kelas tidak bisa disamakan dalam hal persepsi, ketrampilan dan daya serap. Mengelola pembelajaran dalam kelas, seorang guru memiliki cara yang berbeda. Beberapa tahapan proses diagnose yang dapat kita lakukan adalah : pertama, apakah siswa telah mempunyai pengetahuan prasyarat? Kedua, diagnosa dilakukan saat masuk materi pelajaran, dan ketiga, dilakukan pada waktu akan mengakhiri pelajaran.

Siswa, didiagnosa atau tidak, bukan menjadi tanggung jawab guru sepenuhnya. Orangtua juga mempunyai kepentingan untuk mendiagnosa anak.