Mengukur Kunjungan Web

oleh : Lutfi

Ada yang mengirim pertanyaan sederhana ke milis Teknologia di Google Group, yakni: Bagaimana cara mengukur kesuksesan sebuah website? Apa saja parameter yang dibutuhkan? Cukup banyak yang mencoba memberi jawaban. Ada yang menjawab bahwa kesuksesan website diukur dari statistik pengunjung. Namun banyak yang memberi jawaban lebih dalam, yakni tentukan dulu kriteria suksesnya baru kemudian diukur berdasarkan kriteria tersebut.

Tiap kategori situs web memang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Situs korporat misalnya, lebih mengutamakan branding via Internet. Asal situsnya berisi informasi yang benar dan terbaru mengenai perusahaan, itu sudah dianggap cukup untuk mewakili branding di Internet.

Situs produk biasanya memiliki tujuan marketing, agar pemahaman publik terhadap produk tertentu lebih mendalam. Situs ini ditujukan untuk membangun awareness publik terhadap produk tertentu. Biasanya situs produk terintegrasi dengan strategi pemasaran offline.

Sementara itu tujuan situs e-commerce adalah menghasilkan transaksi dari Internet. Transaksi itu bisa saja berupa order via web yang mengikuti alur bisnis di web, mulai dari pilih barang, masukkan ke kerangan barang, hingga pembayaran secara online. Tetapi bisa juga telpon langsung yang nomornya ditaruh di web. Adapun situs berita atau portal dibangun untuk menghasilkan uang dari pemasangan iklan.

Tentu saja, selalu ada kombinasi diantara berbagai jenis situs. Karena banyak jenis situs, dan otomatis masing-masing memiliki tujuan, maka masing-masing memiliki kriteria sukses masing-masing. Situs e-commerce dianggap sukses bila berhasil membangun basis pembeli yang cukup tiap bulannya. Situs berita dibilang berhasil jika sukses menarik pungunjung setia dan pemasang iklan. Situs korporat mampu memberi nilai jika berhasil membangun citra positif perusahaan melalui Internet.

Meski demikian, ada yang serupa di dalam masing-masing situs web yang berbeda tersebut. Untuk mencapai tujuan situs web, harus melalui empat tahapan. Yakni:

Pertama: bagaimana mengundang bukan visitor (target audience) menjadi visitor. Apapaun jasa yang ditawarkan di situs web, maka situs tersebut harus ada yang mengunjungi, terutama target pasar yang diharapkan. Jadi jumlah visitor merupakan indikator yang sangat penting.

Kedua: bagaimana mengubah pengunjung awal menjadi pengunjung rutin. Mereka yang sengaja atau tidak sengaja datang ke situs kita, belum tentu senang dan bakal kembali lagi. Jika tidak senang, risikonya adalah: jasa yang kita jual tidak laku atau citra yang dibangun perusahaan jadi kurang baik. Atau lebih buruk lagi: bisa2 calon pelanggan malah lari ke situs web pesaing. Bagaimana pun juga, pemilik situs harus berusaha merebut hati pengunjung agar mau berkunjung lagi. Jadi konversi dari pengunjung menjadi pengunjung rutin alias setia itu sangat penting.

Ketiga: bagaimana mengubah pengunjung rutin menjadi member. Member ini artinya pengunjung bersedia memberikan datanya dan secara reguler dapat kita hubungi dengan berbagai cara. Member ini bisa gratisan atau berbayar. Nah, dengan data member ini kita bisa merekam jejak perilaku mereka di situs kita agar kita bisa melakukan perbaikan di masa depan. Jejak ini akan membangun pengetahuan tentang user behavior. Jadi konversi dari pengunjung loyal ke member ini juga penting.

Keempat: bagaimana mendapatkan value dari member dan pengunjung setia. Value ini biasanya berupa uang atau yang lainnya.

Jadi apapaun kriteria suksesnya, empat alat ukur diatas bisa dijadikan patokan.