Menyayangi Anak

Jum’at Berkah

“Tidaklah Aku mengutusmu kecuali menjadi kasih sayang bagi seluruh alam”

al Anbiya : 107

Sebagai seorang Amirul Mukminin, Umar bin Khattab ra mengharuskan dekat dengan siapa saja. Pemimpin yang dicintai oleh rakyatnya, dan juga anak-anak. Suatu ketika, ada seorang pegawai melihat sang Amirul Mukminin sedang tidur terlentang. Pegawai tersebut terheran, karena anaknya dengan leluasa bermain di atas perutnya. Seketika pegawai tersebut membangunkannya. Umar pun terbangun dan setengah menghardik kepada pegawainya. Mengapa beliau dibangunkan? Katanya, tak pantas sebagai seorang pemimpin perutnya untuk bermain-main anaknya.

Umar ra segera bertanya “Kamu sendiri bagaimana kalau bersama keluarga di rumah?”. “Kalau saya masuk di rumah, semua diam” timpal si pegawai. Dengan tak sabar, Umar ra langsung berkata “Pensiunlah dirimu dariku, sebab sungguh tidak pantas orang yang tidak menyayangi istri dan anak-anaknya. Maka bagaimana mungkin dapat berbuat kasih sayang terhadap umat Muhammad saw, bila dengan keluarganya sendiri tidak menghiraukan”.

Menyayangi keluarga, orang lain, dan juga alam sekitar atau lingkungan adalah ajaran Islam yang harus ditanamkan kepada setiap muslim. Semua ciptaan atau makhluk Allah mesti mendapatkan perlakuan yang sama. Tidak boleh berlaku semena-mena, meskipun terhadap hewan kecil. Kisah nabi Sulaiman telah memberi teladan bagi kita semua, bahwa semua makhluk Allah hendaklah diperlakukan tidak semena-mena.

Rasulullah Muhammad saw sendiri, ketika melakukan sujud dalam sholat pernah dinaiki oleh cucunya. Beliau berlama-lama melakukan sujud, agar cucunya tidak terganggu meskipun sedang bermain di punggung beliau. Demikian pula ketika menggendong Umamah binti Abil ‘Ash yang merupakan putri kesayangan Sayyidah Zainab ra.

Pembaca pernah melihat foto yang sangat terkenal, ketika Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy bekerja di ruang Oval Gedung Putih. Namun ada pemandangan aneh, yaitu John F. Kennedy Jr bermain-main di bawah mejanya. Foto itu hingga kini masih menjadi perbincangan, betapa seorang presidenpun di saat-saat tertentu dekat dengan anak-anak. Pembaca, tentu pernah mengalami sendiri. Suatu ketika mengajak anaknya bermain di lingkungan kerjanya. Peristiwa ini menandakan bagaimana orang tua tetap memberi kasih sayang kepada orang terdekat walaupun sedang sibuk.

Keramahan terhadap anak atau orang lain adalah ajaran Rasulullah Muhammad saw yang tidak terbatas waktu. Berbuat kasih sayang, sesungguhnya secara tidak langsung menyayangi diri sendiri. Badan ini bukan hanya ragawi. Bukan hanya daging, tulang dan darah saja. Badan ini juga ada rohnya, ada sukmanya (jiwa) yang menuntun kemana tubuh akan bergerak. Andai jiwa ini sejak kecil telah diasuh dengan kasih sayang, maka tubuh akan menuju tempat-tempat yang indah dan baik.