Negosiasi (2)

Apa saja yang perlu disiapkan? Membuat kerangka negosiasi. Pertanyaan mendasarnya adalah : Apa yang akan didapatkan dari negosiasi? Finansial atau penyelesaian konflik? Andai finansial yang hendak dipungut, maka perlu disiapkan perhitungan yang matang. Kalkulasinya jangan sampai meleset, lengkap dengan kemungkinan untung dan ruginya. Apabila negosiasinya penyelesaian masalah, maka bekal yang harus dipelajari terlebih dahulu adalah akar masalah. Usahakan memperoleh info yang lengkap dari kedua kubu yang berseberangan. Faktor apa saja yang paling dominan.

Periode kedua: Saling berbagi. Setelah tahap awal dilakukan dengan menguasai kerangka negoisasi, sekarang masuk ke langkah kedua yaitu saling berbagi. Negosiator, betapapun ulungnya, dia tak akan pernah mengetahui konsep lawan sebelum mitra negosiasi membuka permasalahan. Disinilah, ruang untuk berbagi informasi agar jalan terbuka lebar apa yang hendak disepakati.

Membagi informasi, berarti negosiator telah membangun hubungan. Membagi informasi adalah adalah awal yang baik, dengan demikian banyak interaksi yang bersifat bukan perdebatan. Masing-masing negosiator saling mengenal.

Orang yang telah berpengalaman dalam bernegosiasi, ia akan membuka dengan kalimat-kalimat yang disukai oleh lawan bicara. Dengan menyanjung, memberi apresiasi terhadap lawan, berarti negoisasi telah berjalan setengahnya. Orang lain akan segan manakala diperlakukan sebagai manusia yang memiliki harga diri.

Periode ketiga: Tawar menawar. Tawar menawar adalah permainan dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan dengan baik. Ada tiga kata kunci untuk membuka tawar menawar. Jelaskan secara rinci keinginan dalam tawar menawar ini. Tetapkan tujuan yang benar-benar menantang dan jangan masuk ruang tawar menawar tanpa persiapan.

Setelah pembukaan negoisasi berjalan dengan baik, saatnya kita membuka yang setulus-tulusnya maksud dan tujuan melakukan negosiasi. Tahapan ini akan diraih secara bersama-sama win-win solution. Kita tidak perlu pelit memberi informasi, sebaliknya tidak terlalu longgar memberi informasi yang berlebihan.

Tahap keempat. Penutup dan komitmen. Setalah tawar menawar ditemui pada titik puncak, muncullah komitmen bersama. Hasil perundingan sebagai perjanjian terikat, satu dengan yang lainnya menghormati itikad bersama. Kepercayaan harus dijunjung tinggi.

Andai salah satu yang mengingkari dari perjanjian itu, runtuhlah satu sendi bangunan kesepakatan. Ada baiknya kita berkaca dari tokoh-tokoh yang derajad kepercayaannya terpelihara. Membawa amanah tidaklah ringan, apalagi menyangkut kredibelitas dalam masyarakat. Kecemerlangan negosiator diukur dari amanah yang Ia emban, disamping juga luasnya wawasan, serta diplomasi yang anggun.