Neuroplastisitas

Neuroplastisitas adalah istilah yang berhubungan dengan kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi. Otak manusia diperkirakan seberat 1,3 kilogram, namun memiliki sekitar 86 miliar neuron. Neuron sendiri merupakan sel-sel yang menerima dan meneruskan sinyal-sinyal elektrokimiawi agar otak mampu bekerja.

Tahun 1970, Michael Merzenich dan tim berhasil mengurai dan memetakkan otak monyet. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa otak monyet berubah. Perubahannya terjadi secara cepat. Inilah awal mula kelahiran Neuroplastisitas.

Teori Neuroplastisitas berhasil membongkar persepsi lama yang mengatakan bahwa otak manusia ada yang dapat berubah, ada pula yang tidak dapat berubah. Dari konsep inilah yang kemudian, dalam dunia pendidikan memilah-milah siswa berdasarkan kepandaian. Akhirnya, mengkotak-kotakkan berdasarkan faktor tertentu tumbang. Karena sebenarnya otak belum dioptimalkan pemanfaatannya.

Tahun 2000 an, dunia medis menggemparkan dunia, setelah seorang gadis Cameron Mott berhasil dioperasi otaknya. Tim dokter berhasil menghilangkan seluruh hemisfer yang ada di otak kiri. Akibatnya, otak kanan bekerja dengan cepat. Hasilnya, si gadis tersebut mampu melakukan gerak cepat, yang sebelumnya diperkirakan akan meninggal dalam beberapa bulan kedepan.

Perkembangan berikutnya, mengoptimalkan kinerja otak tidak perlu dengan melakukan pembedahan medis. Para ahli berhasil menemukan dorongan atau hasrat agar lebih berdaya, yaitu dengan menjelmakan Mind Set. Inti sari dari Mind Set adalah memanfaatkan semua persepsi seperti keberhasilan, kesuksesan, kegagalan, kekecewaan menjadi sebuah energi.