Orang Berakal

Ramadhan 1443 H – Hari Kedelapanbelas

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” Ali Imran : 190

Ayat di atas, diciptakannya langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, merupakan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, di mana sebagai orang-orang yang berakal benar-benar memahami, mentadaburi, memikirkannya, bahwa itu semua merupakan nikmat yang besar, yang diberikan Allah SWT kepada seluruh umat manusia yang patut disyukuri setiap saat.

Berbagai julukan yang diberikan kepada manusia, semua mengarah kepada keunggulan manusia dibanding dengan makhluk lainnya. Utamanya adalah diangkatnya manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Dibalik keunggulan tersebut, tersimpan amanah yang sangat besar. Pemimpin bukan hanya menang dalam mengatur, menyuruh, mengadili dan lain-lain. Memimpin adalah memberi contoh, menjadi roll model, bahwa manusia adalah hamba Allah yang patut diteladani.

Allah memberi tekanan khusus hanya kepada orang-orang yang berakal. Mereka yang benar-benar memahami arti kehidupan yang sebenarnya. Bentuk syukur bagi orang yang berakal selalu mengingat Allah SWT dalam kondisi apapun. Dapat berdiri, duduk dan berbaring.

Bentuk syukur berikutnya adalah tidak menyia-nyiakan akal. Kemampuan akal manusia yang melebihi dari makhluk yang lain, sebaiknya dimanfaatkan untuk berbuat kemaslahatan. Membangun bukan merusak. Mendidik bukan menelantarkan.

Mengingat Allah banyak cara dan bentuknya. Sadar bahwa hanya Allah yang Maha Pencipta. Orang yang beriman dan berakal, selalu memohon pertolongan kepada-Nya. Karenanya, ia selalu memohon agar diberi pengetahuan. Selalu berdoa agar ilmu yang diperoleh untuk kebaikan kepada lingkungan. Orang-orang yang berakal, akan mengisi kehidupannya dengan memperbanyak dzikir dan pikir. Keduanya tidak dipertentangkan, tapi disatukan dalam sebuah aktivitas.

Dzikir dan pikir merupakan menu utama bagi orang-orang yang berakal. Memperbanyak istighfar, memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa kepada Allah SWT, walaupun tidak melakukan kesalahan dan dosa. Memperbanyak membaca shalawat, sebagai bentuk mengikuti perintah Allah SWT dan penghormatan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.

Mendermakan sebagian ilmu untuk membantu orang yang membutuhkan, merupakan amaliyah utama. Sesuai dengan kemampuannya, orang-orang yang berakal selalu menabung amal jariyah dengan mendermakan yang dimiliki,  karena ia meyakini bahwa ilmu ataupun harta yang dikeluarkannya mempunyai banyak manfaat bagi dirinya maupun bagi orang yang menerimanya.