Parthenogenesis

Parthenogenesis berasal dari bahasa Yunani parthenos yang berarti “perawan”, dan genesis yang berarti “asal”. Sehingga partenogenesis sering disebut virgin birth atau kelahiran perawan. Dalam arti kata bahwa parthenogenesis merupakan peristiwa kelahiran tanpa pembuahan sel telur atau sperma.

Atau dapat disimpulkan bahwa partenogenesis memungkinkan betina dapat memiliki anak walau tidak pernah kawin dengan pejantan. Pada hewan, peristiwa ini sudah dibuktikan seperti Komodo betina, Hiu betina atau ular betina.

Istilah partenogenesis pertama kali digunakan pada tahun 1849 oleh ahli biologi Richard Owens. Meskipun sebagian besar hewan bereproduksi secara seksual, beberapa spesies vertebrata dan invertebrata bereproduksi dengan parthenogenesis.

Parthenogenesis dipandang sebagai penyimpangan reproduksi seksual karena hewan yang bereproduksi secara parthenogenesis berevolusi dari organisme yang pernah bereproduksi secara seksual. Namun kalau pada manusia hingga kini belum ada bukti ilmiah tentang terjadinya peristiwa parthenogenesis.

Hanya satu kejadian yang termasuk mukjizat, yaitu peristiwa kelahiran Nabi Isa oleh ibunya, Maryam. Tanpa pernah disentuh oleh seorang pria. Padahal untuk mendapatkan anak laki-laki diperlukan kromosom Y dan seorang perempuan yang tidak mempunyai kromosom Y. Maka secara ilmu pengetahuan, kasus parthenogenesis pada manusia yang melahirkan anak laki-laki tidak mungkin.