Pelajar Pancasila

Pelajar Pancasila dicanangkan oleh Pemerintah sebagai salah satu Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pelajar Pancasila ini dimaksudkan untuk menanamkan karakter bagi pelajar, setelah pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dimusnahkan dari kurikulum. Ada beberapa yang masih merindukan kembalinya pelajaran PMP sebagai salah satu tolok ukur perilaku pelajar. Sebaliknya, ada juga yang menilai wajar bahwa PMP memang harus dihilangkan, karena produk orde baru yang menitikberatkan sentralisasi.

Peta dasar dari pembentukan Pelajar Pancasila adalah religiositas dan kebangsaan. Religius diartikan bahwa semua pelajar harus menghayati agama masing-masing. Dibimbing oleh imam atau pemuka agamanya. Dengan demikian, negara tidak akan mengusik sedikitpun kehidupan beragama pelajar.

Kedua, bahwa pelajar harus memiliki sikap kebangsaan yang lugas. Ditengah arus globalisasi yang semakin menguat, sangat penting penanaman jiwa nasionalisme. Negara hadir sebagai institusi, bahwa negara sangat membutuhkan warganya yang memiliki jiwa nasionalme. Sebab selama ini ada tiga ranah yang menjadi kekhawatiran bersama yaitu : intoleransi, kekerasan seksual dan bullying. Ketiga perilaku ini hampir setiap hari menghiasi dinding informasi di seputar kita.

Profil Pelajar Pancasila sesuai Visi dan Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tertuang dalam dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024:

Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan enam ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, seperti ditunjukkan oleh gambar berikut:

Keenam ciri tersebut dijabarkan sebagai berikut:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

Pelajar Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia adalah pelajar yang berakhlak dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupannya sehari-hari. Ada lima elemen kunci beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia: (a) akhlak beragama; (b) akhlak pribadi; (c) akhlak kepada manusia; (d) akhlak kepada alam; dan (e) akhlak bernegara.

  • Berkebinekaan global

Pelajar Indonesia mempertahankan budaya luhur, lokalitas dan identitasnya, dan tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai dan kemungkinan terbentuknya dengan budaya luhur yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa. Elemen dan kunci kebinekaan global meliputi mengenal dan menghargai budaya, kemampuan komunikasi interkultural dalam berinteraksi dengan sesama, dan refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

  • Bergotong royong

Pelajar Indonesia memiliki kemampuan bergotong-royong, yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama dengan suka rela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan lancar, mudah dan ringan. Elemen-elemen dari bergotong royong adalah kolaborasi, kepedulian, dan berbagi.

  • Mandiri

Pelajar Indonesia merupakan pelajar mandiri, yaitu pelajar yang bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya. Elemen kunci dari mandiri terdiri dari kesadaran akan diri dan situasi yang dihadapi serta regulasi diri.

  • Bernalar kritis

Pelajar yang bernalar kritis mampu secara objektif memproses informasi baik kualitatif maupun kuantitatif, membangun keterkaitan antara berbagai informasi, menganalisis informasi, mengevaluasi dan menyimpulkannya. Elemen-elemen dari bernalar kritis adalah memperoleh dan memproses informasi dan gagasan, menganalisis dan mengevaluasi penalaran, merefleksi pemikiran dan proses berpikir, dan mengambil Keputusan.

  • Kreatif

Pelajar yang kreatif mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Elemen kunci dari kreatif terdiri dari menghasilkan gagasan yang orisinal serta menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal.