Perbedaan Kurikulum Pendidikan Indonesia dan Kurikulum Pendidikan Belanda (1)

Oleh Ponco Handayawati

Menjadi negara yang pernah dijajah oleh Belanda selama berabad abad, membuat beberapa sistem yang dijalankan di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh sistem yang dijalankan oleh Belanda pada masa kolonial. Salah satu sistem yang terpengaruh adalah sistem pendidikan. Sistem pendidikan di Indonesia masih terpengaruh sistem dualisme dan korkondinasi yang dijalankan oleh kolonial Belanda. Beberapa sistem yang pernah diterapkan oleh Belanda, diadaptasi dengan sistem yang lebih halus.

Salah satu contoh warisan sistem zaman kolonial Belanda itu ternyata tampak pada RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) yang pernah diterapkan di kurikulum pendidikan Indonesia. RSBI menekanan penggunaan bahasa Inggris seperti yang digunakan di negara-negara di Eropa dan kesan mengutamakan golongan (elite) tertentu. Model tersebut mewarisi sistem pendidikan zaman kolonial Belanda yang membedakan hak mendapat pendidikan pada setiap golongan

Namun pada era selanjutnya, kurikulum pada pendidikan di Indonesia berkembang jauh berbeda dengan kurikulum yang dijalankan pada pendidikan di Belanda. Hal ini jelas sekali mengingat Belanda jauh lebih maju beratus-ratus langkah dari Indonesia. Belanda sudah terlebih dahulu mengenal sistem pendidikan yang terorganisir dengan baik jauh sebelum Indonesia merdeka. Berbeda dengan Indonesia yang baru bisa menerapkan sistem pendidikan yang terorganisir dengan sebuah kurikulum, dua tahun setelah Indonesia merdeka dari penjajahan Belanda. Perbedaan sudah terlihat dari sistem yang dijalankan dari pendidikan dasar dan akan sangat terlihat pada sistem pada perguruan tinggi.

Kurikulum Pendidikan Indonesia

Kurikulum yang diterapkan di Indonesia sekarang ini adalah kurikulum 2013. Kurikulum ini pertama kali diterapkan pada sekolah model pada tahun 2013 dan diikuti dengan penerapan oleh sekolah sekolah lain secara menyeluruh. Kurikum ini pernah mengalami satu kali revisi dan penyempurnaan, tetapi tidak berubah nama. Kurikulum ini sebagai penyempurna kurikulum sebelumnya yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang kesepuluh dari keseluruhan kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia.

Kurikulum 2013 yang diterapkan di Indonesia sekarang ini terdiri atas tiga aspek penilaian, yaitu: penguasan kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Ketiga penilaian tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap tujuan yang harus dicapai pada masing-masing kompetensi. Kompetensi pengetahuan, menuntut peserta didik menguasai teori-teori dari setiap kompetensi dasar dari setiap mata pelajaran. penguasaan teori tersebut sebagai dasar untuk menguasai kompetensi keterampilan. Kompetensi keterampilan menuntut peserta didik mampu mengaplikasikan teori keilmuan menjadi sebuah kecapakan hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penguasaan kompetensi keterampilan inilah yang diharapkan menjadi modal kecapakan hidup peserta didik kelak dalam kehidupan nyata. Kompetensi yang terakhir adalah kompetensi sikap. Kompetensi ini bertujuan membiasakan sikap spiritual dan sosial sehingga peserta didik menjadi berkarakter seimbang. (bersambung)