Perbedaan Kurikulum Pendidikan Indonesia dan Kurikulum Pendidikan Belanda (2)

Oleh : Ponco Handayawati

Penerapan ketiga kompetensi pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Pendekatan ini mengolaborasikan teori, praktik dan kearifan bersikap dalam sebuah tujuan. Pendekatan saintifik inilah yang bisa menjadi sarana mencapai tujuan umum kurikulum 2013. Seperti yang kita ketahui, kurikulum 2013 secara umum bertujuan untuk menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan. Kehidupan era global dengan perkembangan teknologi dan pola yang begitu pesat menuntut manusia harus aktif, kreatif, dan dinamis. Di sinilah peran kurikulum 2103 secara nyata sangat dibutuhkan karena kurikulum ini berpusat pada keaktifan dan kreativitas peserta didik.Harapan ke depan, pembiasaan aktif, kreatif, dan dinamis dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi membentuk cara berpikir peserta didik yang benar- benar siap menghadapi tantangan masa depan.

Indonesia menerapkan kurikulum 2013 ini dari jenjang pendidikan sekolah dasar (SD), sekolah menenah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA) , dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Berdasarkan penjabaran tersebut dapat kita lihat bahwa kurikulum pendidikan Indonesia menerapkan pendidikan kejuruan pada tingkat pendidikan atas yaitu pada tingkat SMK. Pada tingkat dasar dan menengah, sistem pendidikan yang diterapkan masih berupa teori dan keterampilan pada ilmu yang bersifat umum. Pada jenjang menengah atas yaitu SMK, peserta didik diberi pilihan mengasah lebih dalam keterampilan sesuai bakat dan keinginan. Secara umum sekolah menengah kejuruan bertujuan menyiapkan peserta didik yang terampil sehingga siap terjun ke dunia kerja atau usaha.

Setiap peserta didik dari sekolah menengah atas atau kejuruan berhak untuk mengikuti pendidikan di perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang ada di Indonesia terdiri atas universitas, sekolah tinggi, dan akademi. Setiap perguruan tinggi berhak menghasilkan lulusan berbagai jenjang yaitu jenjang D3, D4/ S1, S2, dan S3. Lulusan-lulusan perguruan tinggi inilah yang akan menjadi tenaga ahli yang menduduki berbagai sektor. Secara umum instansi dan perusahaan di Indonesia mensyaratkan jenjang pendidikan lulusan dadi perguruan tinggi. Selain itu, biasanya lulusan dari perguruan tinggi dengan dasar keilmuan yang sudah tergolong matang akan mendirikan berbagai sektor usaha dengan memperkerjakan lulusan dari jenjang pendidikan yang merupakan lulusan sekolah menengah dan perguruan tinggi.

Tahun pelajaran pada sistem pendidikan di Indonesia dimulai dari bulan Juli dan berakhir di bulan Juni tahun berikutnya. Peserta didik mendapat hak libur selama 2-3 minggu pada setiap semester. Hak libur peserta didik diberikan setelah mereka menempuh ujian akhir semester. Libur pada semester ganjil diberikan sekitar bulan Desember. Libur semester genap diberikan sekitar bulan Juni. Sistem ini berlaku untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Dilaksanakan serempak sebagai aturan nasional. Untuk tanggal pelaksanaan disesuaikan dengan kebijakan masing-masing dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten.

Kegiatan belajar mengajar untuk mahasiswa di jenjang perguruan tinggi sedikit berbeda. Waktu pelaksanaan tahun akademik sebulan setelah tahun pelajaran SD-SMA/ SMK dilaksanakan. Hak libur untuk mahasiswa sama dengan hak libur peserta didik SD-SMA/ SMK. Hal yang membedakan yaitu lama libur dan waktu pelaksanaan. Mahasiswa akan mendapat hak libur sekitar 1 bulan pada semester ganjil dan sekitar 2-3 bulan pada semester genap. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. (bersambung)