Perbedaan Kurikulum Pendidikan Indonesia dan Kurikulum Pendidikan Belanda (3)

Oleh Ponco Handayawati

Aturan pendidikan yang ada di Indonesia mewajibkan peserta didik minimal berusia 7 tahun untuk mengikuti pendidikan pada sekolah dasar (SD) selama 6 tahun. Pendidikan selanjutnya adalah sekolah menengah pertama (SMP) yang ditempuh selama 3 tahun. Pendidikan wajib terakhir adalah sekolah menengah atas atau kejuruan (SMA/ SMK) yang ditempuh selama 3 tahun. Setelahnya, peserta didik diberi kebebasan untuk melanjutkan pendidikan pada perguruan tinggi atau langsung terjun pada dunia kerja dan usaha.

Pembiayaan pada penyelenggaraan pendidikan di Indonesia terdiri atas berbagai sumber. Peserta didik dari setiap jenjang sekolah berhak mendapat biaya operasional sekolah (BOS). Biaya ini berasal dari pemerintah untuk membantu pendanaan biaya operasional sekolah dalam kegiatan belajar mengajar. Biaya ini disalurkan dari pemerintah pusat kepada dinas pendidikan di provinsi dan kabupaten. Besar BOS disesuaikan dengan jumlah peserta didik yang bersekolah pada setiap jenjang pendidikan. Khusus untuk sekolah swasta, setiap peserta didik mendapat BOS dari pemerintah, peserta didik wajib membayar biaya kepada masing-masing yayasan.Biaya yanh dibayarkan tersebut dikelola yayasan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan pengadaan fasilitas agar sekolah tersebut bisa memberikan pelayanan prima terhadap peserta didiknya.

Sistem pendidikan di Indonesia mewajibkan semua guru dari pendidikan dasar sampai menengah atas minimal berijazah S1. Sedangkan untuk dosen pada perguruan tinggi minimal berijazah S2 baik dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Semua tenaga pengajar baik guru atau dosen dituntut aktif dan kreatif dalam menciptakn metode belajar di kelas. Guru dan dosen dituntut bisa menyampaikan semua kompetensi dengan metode yang menarik. Tuntutan tersebut diiringi dengan adanya program profesional bagi guru dan dosen. Program tersebut diadakan untuk mencetak tenaga guru dan dosen yang profesional sehingga bisa mentransfer ilmu dengan baik dan menghasilkan peserta didik yang benar-benar siap menghadapi tantangan era global. Guru dan dosen yang sudah tersertifikasi profesional mendapat tunjangan khusus sebagai wujud apresiasi terhadap kinerja mereka sebagai garda depan pencetak generasi bangsa dari segi akademik, keterampilan, dan karakter.

Kurikulum Pendidikan Belanda

Jauh sebelum Indonesia merdeka, Belanda sudah mengenal sistem pendidikan yang rapi dan terus berkembang. Pada perkembangannya, sistem pendidikan di Belanda merupakan sistem yang diakui secara internasional. Hal ini dibuktikan dengan fakta bahwa ijazah dari perguruan tinggi di Belanda sangat dihargai di dunia internasional. Hal ini menjadi keuntungan bagi warga negara Belanda dan warga negara dari negara lain yang pernah mengenyam pendidikan di Belanda.

Pendidikan di Belanda menjadi prioritas utama pemerintahnya. Semua tingkat pendidikan dari jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi mendapat perhatian utama dalam kebijakan pemerintah. Tidak heran jika telah disebutkan bahwa sistem pendidikan di Belanda merupakan sistem yang sangat berkualitas. Sistem pendidikan di Belanda adalah sistem pendidikan sentralisasi. Sistem pendidikan ini melibatkan pemerintah pusat dalam mengembangkan kurikulum atau program pendidikan pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. (bersambung)