Persepsi

Menilai hasil pekerjaan siswa yang berbentuk uraian memang tidak mudah. Pengaruh subyektivitas dari seorang guru memang tidak bisa dihindari. Karena guru adalah manusia biasa yang tak bisa lepas dari salah atau keliru. Demikian pula menafsirkan jawaban dari siswa. Apalagi hanya dengan bahasa tulis. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, seorang guru menilai pekerjaan siswa bila dalam bentuk jawaban uraian.

Secara harfiah, persepsi adalah suatu kesan yang diperoleh seseorang dari panca inderanya. Setelah kesan itu terekam, kemudian akan dianalisa atau diorganisir, diintepretasikan serta dievaluasi. Setelah tahap proses tersebut, kesan akan memberi makna. Makna yang diperoleh, dapat pula terjadi salah tafsir.

Oleh karenanya, seseorang butuh yang namanya pengalaman untuk mendapati persepsi. Ini dapat dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan. Perlu diketahui bahwa sebenarnya persepsi ini sudah muncul sejak kita masih kecil. Hal ini didapati dari proses interaksi dengan manusia lainnya yang kita lakukan.

Setiap individu memiliki persepsi masing – masing dalam dirinya, tindakanlah yang membuatnya berbeda. Sedangkan pengertian persepsi itu sendiri adalah suatu proses yang mengikutsertakan bagian dari panca indera melalui suatu rangsangan yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Melalui alat indera yang menjadi penghubung antara seorang individu dengan dunia luarnya.

Berikut ini merupakan faktor yang mempengaruhi persepsi.

Fisiologis

Banyak informasi yang masuk melalui panca indera, kemudian informasi yang diperoleh tersebut akan mempengaruhi dan melengkapi kegiatan dalam memberikan makna terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsikan apa yang ada pada tiap orang berbeda – beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga bisa menghasilkan suatu yang berbeda.

Perhatian

Selanjutnya faktor yang mempengaruhi persepsi adalah sebuah perhatian. Setiap orang membutuhkan energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada suatu bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang juga berbeda sehingga perhatian fokus terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek tersebut nantinya.

Minat

Selain itu persepsi terhadap suatu obyek sangat bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang dapat digerakkan untuk mempersepsikan suatu objek. Perceptual vigilance adalah kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari rangsangan atau dapat dikatakan sebagai minat.

Kebutuhan yang Searah

Berikutnya faktor yang mempengaruhi persepsi adalah kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat ditinjau dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek – obyek atau pesan yang dapat memberikan sebuah jawaban sesuai dengan harapan pada dirinya. Sehingga ia mampu mempersepsikan segala sesuatu dengan hal yang positif.

Pengalaman dan Ingatan

Pengalaman indvidu juga dapat dikatakan bagaimana pada ingatannya dapat memberikan arti sejauh mana seseorang dapat mengingat pada peristiwa di masa lampau. Hal ini untuk mengetahui bahwa satu rangsang dalam pengertian luas dan majemuk. Sehingga tercipta persepsi yang memberikan dampak baik pada dirinya. Contoh hubungan antara persepsi kognisi dan emosi dalam negosiasi bisnis.

Mood

Faktor yang mempengaruhi persepsi lainnya adalah mood atau suasana hati. Keadaan emosi dan amarah pada seseorang dapat dipengaruhi  dari perilakunya sendiri. Mood dapat menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi sikap seseorang dalam menerima, bereaksi dan juga mengingat suatu kejadian. Sehingga mood seseorang bisa baik atau tidak.

Gerakan

Setiap orang juga mampu memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan mata, dibandingkan dengan obyek yang diam. Objek yang bergerak lebih mudah menghasilkan persepsi melalui rangsangan, objek yang diam hanya terkesan biasa saja. Hal inilah yang memberikan dampak bagaimana persepsi dapat dibentuk. Berikut hubungan antara persepsi komunikasi dan perilaku.

Demikianlah beberapa contoh dan penjelasan mengenai faktor yang mempengaruhi persepsi pribadi seseorang. Semoga bisa menjadikan pengetahuan mengenal diri melalui persepsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.