Pol Pot

Nama asli Saloth, lahir pada tanggal 19 Mei 1925, di Provinsi Kompong Thom, Kamboja. Memperoleh bea siswa untuk belajar Teknologi Radio di Perancis. Di Paris ia terlibat dengan Partai Komunis. Setelah bea siswanya dicabut, mendirikan Partai Komunis dengan jabatan sekretaris.

Setelah lepas dari penjajahan Perancis pada 9 November 1953, Kamboja menjadi sebuah negara merdeka yang dipimpin oleh Raja Norodom Sihanouk. Tahun 1970, Sihanouk digulingkan oleh rekannya sendiri Marsekal Lon Nol. Kemudian, Lon Nol menghapus negara dari kerajaan menjadi sebuah negara republik.

Karena situasi Kamboja yang penuh konflik, Thailand dan Vietnam dimanfaatkan Khmer Merah. Tahun 1975 Pasukan Khmer Merah dibawah kepemimpinan Pol Pot berhasil menguasai pusat kekuasaan. Pol Pot menginginkan Khmer Merah seperti revolusi di China, setelah Partai Komunis di bawah Mao Tse Tung atau Mao Zedong berhasil merebut kekuasaan dari Dinasti terakhir, Pangeran Pu Yi. Cengkeraman Pol Pot dalam memegang kendali pemerintahan adalah salah satu rezim paling brutal di abad ke-20.

Dikutip dari britannica.com, diperkirakan selama kepemimpinan Pol Pot, pemerintah menyebabkan kematian sekitar 1,4 juta hingga 2,2 juta orang akibat kerja paksa, kelaparan, penyakit, penyiksaan, atau eksekusi saat menjalankan program reformasi sosial dan pertanian yang radikal. Berdasarkan penelitian The Cambodian Genocide Program di Yale University, jumlah ini merupakan 21 persen dari total populasi Kamboja pada pertengahan 1970-an.