Sakaratul Maut (2)

Ramadhan 1443 H – Hari Ketujuh

“Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat lâ ilâha illallâh.” (HR Imam Muslim)

Ada beberapa kejadian saat sakaratul maut yang perlu kita ketahui bersama, antara lain :

saat sakaratul maut, Malaikat akan datang di dekat kepala orang yang akan meninggal. Ada berbagai macam versi saat Malaikat menemuinya. Malaikat akan tersenyum. Ini menandakan bahwa orang yang akan meninggal dekat dengan Allah dan rasulNya. Dalam hidupnya, orang tersebut sangat bergantung kepada Allah.

Nyawa orang mukmin akan keluar dengan mudah, mengalir begitu saja. Seperti mencabut rambut dari tepung. Tidak ada rasa sakit sedikitpun. Ia tersenyum karena akan berjumpa dengan kekasihNya. Ia akan bersuka ria, menuju dunia yang abadi.

Di saat nyawa keluar, orang mu’min memuji Allah dan RasulNya. Malaikat memberi kabar gembira bahwa dia akan mendapatkan ampunan dan ridha Allah. Tunai sudah imbalan yang ia lakukan saat di dunia.

Apa yang harus kita lakukan, disaat ada orang yang mengalami sakaratul maut. Dr. Musthafa Al-Khin dalam kitabnya Al-Fiqhul Manhajî menyebutkan ada 4 (empat) hal yang semestinya dilakukan seseorang terhadap anggota keluarga yang sedang mengalami naza’ atau sakaratul maut.

Pertama, menidurmiringkan orang tersebut ke sisi badan sebelah kanan untuk menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Bila hal ini dirasa susah maka menelentangkannya dengan posisi kepala sedikit diangkat sehingga wajahnya menghadap ke kiblat. Demikian pula kedua ujung kakinya juga disunahkan untuk dihadapkan ke arah kiblat.

Kedua, disunahkan mengajari (men-talqin) orang yang sedang sekarat kalimat syahadat yakni lâ ilâha illallâh dengan cara yang halus dan tidak memaksanya untuk ikut menirukan ucapan syahadat tersebut. Cukuplah mentalqin dengan mengulang-ulang memperdengarkan kalimat lâ ilâha illallâh di telinganya tanpa menyuruh untuk mengucapkannya.

Ketiga, disunahkan membacakan surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat. “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang sedang sekarat di antara kalian.” Demikian pesan Rasul.

Keempat, orang yang sedang mengalami sakit dan merasakan sudah adanya tanda-tanda kematian ia dianjurkan untuk berbaik sangka (husnu dhan) kepada Allah. Dalam keadaan seperti ini yang terbaik ia lakukan adalah membuang jauh-jauh bayangan dosa dan kemaksiatan yang telah iaperbuat. Sebaliknya ia dianjurkan untuk membayangkan bahwa Allah akan menerimanya dan mengampuni semua dosa-dosanya.

Sumber bacaan :  https://islam.nu.or.id/jenazah/lakukan-4-hal-ini-saat-menghadapi-orang-sakaratul-maut-GrQl0