Sejarah web MGMP Matematika Kota Yogyakarta

Sebagai sebuah kelembagaan resmi, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), yang diakui secara resmi oleh Dinas Pendidikan, sudah selayaknya kami berkomunikasi dengan anggota utamanya, dan masyarakat, pada umunya. Komunikasi yang dibangun pada era digital, harus menyesuaikan dengan kondisi. Relasi yang saling menerima dan memberi ini mengandung manfaat bagi kedua belah pihak. Karenanya, kami memilih worls wide web (www) atau sering disingkat dengan web, portal atau Uniform Resource Locator (url).

Tentu kita semua berterima kasih kepada Barners Lee, seorang penemu www pada tahun 1989. Dengan www kita dapat berkomunikasi dengan pihak manapun, untuk memberi dan menerima kabar, dalam hitungan detik. Sebelum www ditemukan, media yang paling cepat kita akses hanya radio, telepon, ataupun televisi. Namun media itu tidak menyertakan dokumen. World wide web menjanjikan segalanya. Mulai dari urusan privatisasi maupun publik, dengan tetap meninggalkan jejak digital.

MGMP Matematika SMP Kota Yogyakarta, yang merupakan bagian dari kelembagaan resmi, memanfaatkan komunikasi kekinian. Bukan latah, namun sebuah kebutuhan. Relasi dua arah yang menjadi dambaan bagi setiap organisasi. Antara pengurus dengan anggota.

Saat pertama membuat, sebenarnya masih tahap mencoba, dengan fasilitas gratis. Kami memilih wordpress, karena telah teruji, bahwa wordpress merupakan portal untuk blog. Alamat urlnya di https://mgmpmatsmpktyk.wordpress.com. Tertanggal pembuatan 18 Februari 2008. Fasilitas yang disediakanpun cukup lengkap. Fitur-fiturnya cukup mendukung kami sebagai juru siar untuk kegiatan MGMP. Namun, web ini cukup terbengkelai, karena pasokan posting yang minim.

Pada titik tertentu, sambil terus berjalan, kami survey di dunia maya, kami ingin mengetahui portal milik MGMP Matematika yang bagus. Bertemulah dengan salah satu web pendidikan, khususnya MGMP Matematika. Web tersebut ternyata milik MGMP Matematika Tulungagung yang beralamat di https://mgmpmatematika.com. Dari sini kami mengamati kontennya. Bahwa isi konten berkisar tentang pendidikan matematika smp, memang benar. Namun mewujudkan dalam bentuk dokumen yang dapat diviralkan lewat internet bukanlah persoalan yang mudah.

Menulis matematika dengan beragam simbolnya di buku atau di papan tulis telah terbiasa. Mungkin juga sangat hafal. Tetapi, menulis matematika lengkap dengan persoalannya tidaklah mudah. Literasi matematika berbeda dengan literasi yang lain. Mengungkapkan informasi matematika kepada orang lain, bukan perkara gampang. Namun, apakah Kota Yogyakarta harus kalah dengan kota lain? Inilah energi yang mendorong kami untuk bersama-sama membangun literasi digital.

Web yang kami miliki masih gratis. Malu rasanya memposting sebuah tulisan dengan ektensi gratisan. Jadilah MGMP berembug, agar MGMP Matematika SMP Kota Yogyakarta sejajar dengan yang lain. Bukan persoalan murahnya membeli domain dan menyewa hosting, tapi setelah itu semua didapatkan, apakah harus berhenti menulis? Berhenti berliterasi digital? Pertanyaan ini yang menggelitik hingga kini. Bahwa memiliki web yang berbayar, ternyata harus lari marathon. Setiap saat harus mengobarkan energi.

Jadilah sebuah web yang beralamat di https://matematikasmpjogja.com. Inilah ruang untuk ekspresi guru matematika se-Kota Yogyakarta. Inilah ruang untuk berinteraksi, untuk selalu belajar. Setiap saat ilmu terus bertambah, sebagaimana sebuah deret ukur. Sedangkan umur takluk dengan deret hitung. Setiap saat kita berkompetisi dengan dirinya sendiri. Cukup nyaman di kursi statis, atau rela berkeringat dengan jerih kelelahan, untuk meraih informasi terbaru.

Web yang kami miliki masih memiliki fitur yang sederhana. Menu yang kami sajikan masih standar. Sementara ini, kami masih kebanjiran artikel. Sedangkan kegiatan, masih kurang. Andai saja, setiap guru matematika dapat melaporkan jalannya pembelajaran di kelasnya masing-masing, tentu admin akan kewalahan mempostingnya. Sudah berapa kali terpaksa kami harus upgrade hosting. Berapa pahala yang diraih oleh guru tadi karena dibaca dan dipraktekkan oleh orang lain. Itu pertanyaan khayalan yang sering terlintas di benak kami. Mudah-mudahan suatu saat akan terealisasi mimpi kami.