Semut

Semut adalah sahabat keseharian bagi manusia, juga hewan. Seorang peneliti semut, Patrick Schultheiss dari Universitas of Hongkong mengatakan “Setiap orang yang memperhatikan semut dan menyadari ada begitu banyak serangga ini mungkin bertanya-tanya berapa banyak populasi semut yang ada di dunia,” Jumlah semut yang ada di dunia ini diperkirakan 20 kuadriliun, atau 20.000.000.000.000.000. Angka itu didapat lewat ekstrapolasi terhadap data densitas atau kerapatan semut yang dihasilkan dari 489 studi, dengan metode yang standar, di berbagai belahan dunia.

Semut juga telah menjadi legenda atau bahkan menjadi sejarah. Nabi Sulaiman telah membuktikan. Beliau secara spontan tertawa tanpa musabab. Salah satu prajuritnya bertanya kepada Nabi Sulaiman, mengapa tertawa sendirian. Nabi Sulaimanpun menjawab, bahwa baru saja mendengar sekawanan semut bercakap-cakap.

Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk belajar dari semut. Surat an-Naml (semut) membuktikan bahwa Tuhan mengabadikan semut dalam kitab suci-Nya. mengajarkan kepada manusia untuk belajar dari semut. Dalam Alkitab Amsal juga ditorehkan perumpamaan tentang semut. Salomo menghardik para pemalas, “Hai pemalas, pergilah kepada semut, dan belajarlah kepada mereka” Apakah yang dapat kita pelajari dari semut? Sekalipun ia kecil, kita dapat memijaknya tanpa sadar. Semut rajin bekerja di musim panas, mengumpulkan makanannya, menyimpannya, menjaga sarangnya. Bila ada makanan yang lebih besar dari dirinya, semut akan memanggil teman-temannya untuk menyeret makanan itu secara beramai-ramai.