Senjata Api

Awalnya hanyalah racikan kalium nitrat, belerang dan karbon arang yang dipanaskan. Tanpa sengaja adonan itu menimbulkan asap dan api, yang berakibat tangan dan wajah pembuat oplosan itu terbakar, bahkan seluruh rumahnya turut hangus.

Temuan mereka ini (para alkemis di China sekitar tahun 850 M), dikemudian hari disebut bubuk mesiu. Sebenarnya, mereka mencampur bahan-bahan tersebut hanya untuk membuat kembang api. Namun, karena ketiga bahan tersebut mampu mengakibatkan eksplosif, maka dikembangkanlah senjata api.

Meriam dan granat adalah salah satu senjata api paling awal yang diciptakan di China dengan menggunakan bubuk mesiu. Meriam genggam kuno yang diciptakan terdiri dari tabung bambu berongga, diisi bubuk mesiu, dan proyektil kecil. Senjata api genggam kuno ini awalnya memiliki jangkauan yang masih sangat terbatas. Situs di Gua Sichuan, pada abad ke-12 membuktikan. Sebuah patung yang membawa bom berbentuk vas dengan api dan bola meriam. Sementara pistol tertua yang masih ada di China terbuat dari perunggu, berasal dari 1288 dan ditemukan di sebuah situs di Distrik Acheng modern.

Abad ke-13 merupakan perkembangan senjata api yang pesat. Memiliki senjata api adalah salah satu kebutuhan dengan dalih untuk membela diri, terutama para pedagang di jalur sutra. Bentuk senjata apipun semakin modern dan praktis seperti matchlock, wheel lock dan flintlock.