Seraut Sirup

Cavid-19 belum juga hilang, Indonesia didera dengan kasus obat sirup. Pasalnya, peristiwa gagal ginjal yang mendera anak-anak telah mencapai 206 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Obat-obatan sirup termasuk obat batuk dan parasetamol, makin disorot saat kasus gangguan ginjal akut atau acute kidney injury.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia membantah telah mengeluarkan daftar 15 obat sirup yang mengandung zat atau senyawa berbahaya. Beredarnya daftar 15 obat sirup di media sosial menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Kelima belas obat sirup yang dimaksud antara lain, Psidii Syrup (Psidium gujava folium extract), Paracetamol Syrup, Cetirizine Syrup, Paracetamol Syrup, Curviplex Syrup, Cetirizine Syrup dan Ambroxol Syrup.

Dihimbau kepada masyarakat tetap hati-hati untuk mengkonsumsi obat sirup, sekaligus juga waspada terhadap berita yang nara sumbernya tidak jelas. Mintalah petunjuk di puskesmas terdekat ataupun ahli obat-obatan.

Berdasarkan penelitian, ternyata beberapa obat sirup yang beredar mengandung tiga zat kimia, yaitu ethylene glycol (EG), diethylene glycol (DEG) dan ethylene glycol butyl ether (EBGE). Apa sebenarnya ketiga zat kimei tersebut.

Dilansir dari https://id.wikipedia.org/wiki/Etilena_glikol, bahwa ethylene glycol (EG) adalah senyawa organic yang digunakan sebagai bahan mentah dalam pembuatan fiber polister, industry pabrik, serta polietilina tereflalat (PET) yang biasa dimanfaatkan untuk botol plastik.

EG cukup beracun bagi manusia. Bahaya utama terletak pada rasa senyawa ini yang manis. Karenanya, anak-anak dan hewan tidak sengaja mengkonsumsinya melebihi dosisi yang diperbolehkan. EG menyerang system saraf pusat, jantung dan ginjal.

Diethylene glycol (DEG) adalah bahan kimia yang sifatnya hampir sama dengan EG. Keduanya bercirikan tidak berbau, tidak berwarna, dan rasanya sedikit manis. DEG sering digunakan sebagai bahan pembersih.

Bahan kimia ethylene glycol butyl ether (EGBE) adalah cairan bening yang mudah terbakar dengan bau yang ringan. EGBE sendiri digunakan sebagai pelarut, Bahkan, kandungan ini menjadi bahan kimia umum yang sering digunakan dalam produk industri maupun rumah tangga. EGBE dapat menimbulkan efek kesehatan yang serius. Misalnya, dalam proses pernafasan, seseorang yang menghirup zat ini dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernapasan.