Sharing Model Pembelajaran dimasa Covid-19 (2)

Ibu Inrayati Atjo, M. Pd. (S.I. Bangkok, Thailand)

Sekolah Indonesia di Bangkok telah berdiri sejak tahun 1962. Jumlah siswa saat ini ada 106 siswa mulai dari TK sampai SMA. Jumlah guru ada 16 orang. Tentang covid 19 tak jauh berbeda dengan negara lain.

Menarik untuk disimak, bahwa guru Sekolah Indonesia di Bangkok melakukan keratifitas dan inovasi, bukan hanya segi administratif tapi juga model-model pembelajaran. Memanfaatkan youtube, maka seorang guru harus bisa membuat video pembelajaran.

Penanaman karakter tidak boleh ketinggalan. Aktifitas semacam pengajian bisa dilakukan dengan daring. Pembinaan spiritualitas juga melibatkan orangtua sebagai guru sejati. Pendidikan mental dilakukan oleh keluarga dengan arahan sekolah.

Ibu Nelly Yuliana, M. Pd. (S.I Jeddah, Arab Saudi)

Disinilah sekolah Indonesia di Jeddah memiliki siswa yang cukup banyak. Ada 1022 siswa. Mulai dari TK sampai SMA. Memang orang Indonesia yang bekerja di Jeddah. Mereka bekerja di berbagai sektor kehidupan. Mereka juga menyekolahkan anaknya di Sekolah Indonesia. Tidak semua orang ini memiliki pengetahuan yang signifikan dengan keinginan tujuan Pendidikan. Maka, ada beberapa siswa yang tidak memiliki gadget sebagai sarana untuk melakukan belajar secara daring.

Pemerintah setempat, dalam mensikapi pandemic covid 19 cukup ketat. Apabila melanggar aturan akan dikenakan denda 10 ribu riyal atau setara dengan 40 juta. Tidak sedikit bukan? Karena menurut informasi, grafik penderita corona cukup menukik tajam. Pada tanggal 16 maret 2020 tercatat hanya 133 orang terdampak corona. Pada tanggal 8 Mei 2020 sudah mencapai 35.432 orang.

Karena jumlah siswanya cukup banyak dan heterogen, maka guru melakukan kompetensinya cukup ketat. Tidak semua soft ware pembelajaran daring bisa diterapkan pada siswa. Oleh karenannya guru dituntut untuk memilah mana yang paling tepat untuk materi pelajaran yang akan diberikan siswa. Guru mengkaji materi minimal dan esensial.

Tahap yang kedua guru mengelompokkan siswa berdasarkan perbedaan akses dan perangkat penunjang. Langkah berikutnya adalah pemilihan media dan pembuatan bahan ajar dengan memanfaatkan aplikasi yang tepat. Prinsip KBM Daring di Sekolah Indonesia Jeddah sesuai surat edaran Mendikbud nomor 4 tahun 2020.

Ibu R.R. Septriwi Antasari, S.Pd, M.M. (SI. Yangon, Myanmar)

Myanmar mendapatkan kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948. Sejak tahun 1989, berganti menjadi Republik Uni Myanmar, dengan Ibukota Nay Pyi Daw. Negeri ini dikenal dengan julukan seribu pagoda dan kaya akan giok dan batu permata. Seperti halnya dengan negara-negara yang tergabung dalam koloni Inggris, maka sektor pendidikannya lebih maju. Karena Inggris menjajah dengan tujuan mencari pengaruh.

Jumlah siswa hanya sekitar 400 anak. Koordinasinya mudah, pembelajaran tidak ada halangan yang berarti. Mereka menggunakan model daring lewat 3 tahapan.

Tahap pertama menyusun SOP PJJ, dengan prinsip Man, Machine, Method, Material dan Money. Berikutnya pembuatan pedoman dan Jadwal PJJ. Langkah berikut adalah sosialisasi kepada orangtua siswa. Tahap kedua pelaksanaan. Aturan yang dipakai sesuai surat edaran Mendikbud No. 4 Tahun 2020. Pembelajaran sesuai dengan pedoman dan jadwal PJJ. Student well-Being.

Terakhir Monitoring dan evaluasi. Komunikasi bersifat terbuka dengan orang tua tentang prestasi anak. Pembinaan Kepala Sekolah terhadap guru secara berkala dan tindak lanjut.

Nara Sumber:

1.Ponco Handayawati, M.Pd (S.I.Den Haag)

2. Nur Fitriyah, S.Pd (S.I.Cairo)

3. Inrayati Atjo, M.Pd (S.I.Bangkok)

4. Nelly Yuliana, M.Pd. (S.I.Jeddah)

5.R.R Septriwi Antarsari, S.Pd, M.M (S.I.Yangon)

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *