Singa

Ramadhan 1443 H – Hari Kesepuluh

“Lion…..” demikian komandan kami setiap memanggil anggotanya. Seraya kami menjawab “Hauuu…” yang lantang dan bergegas ambil barisan lurus. Itu kenangan kami saat masih kelas empat sekolah dasar. Saya dipilih menjadi salah satu anggota pramuka waktu masih kelas empat adalah kehormatan. Hanya saya sendiri. Sedang teman-teman sudah duduk di kelas lima atau enam. Menjadi anggota pramuka waktu itu sangat membanggakan, apalagi diikutsertakan dalam perkemahan. Nama regu yang kami pilih adalah singa (phantera leon).

Singa merupakan salah satu dari empat kucing besar yang ada dalam marga Panthera. Dalam al Qur’an disebut qaswarah. Singa disini dikisahkan menakuti keledai, sehingga lari tunggang-langgang. Itu adalah perumpamaan, sebagaimana orang yang tidak mengindahkan peringatan dari Allah. Di hari pengadilan, mereka lari terbirit-birit seperti keledai dikejar singa.

Singa dipilih sebagai metafor untuk lambang keberanian, kepahlawanan, maupun keadaan gawat darurat. Salah satu hadits yang mengibaratkan kehadiran singa untuk dihindari antara lain “Jauhilah pengidap lepra seperti engkau lari dari seekor singa”. (HR Bukhari dari Abu Harairah).

Kisah-kisah para sahabat juga diabadikan seperti singa sebagai sorang yang pemberani. Misalnya kisah Ali Bin Abi Thalib dalam perang Siffin. “… menyerang pasukan Muawwiyah dengan kebuasan seekor singa. Ia menusuk jauh ke dalam pasukan musuh dan menyebabkan terjadinya kerusakan…”.

Keberanian Hamzah mendapat pujian dari Nabi Muhammad. “…Keberaniannya membuatnya pantas disebut Singa Allah. Ia menjadi pujaan Islam dan…”.

Kesaksian Abu Bakar, saat menaklukkan Hirah dalam perang di timur Irak mengatakan ”… Wahai kaum muslim, bersyukurlah bahwa singa kalian telah menaklukan singa Persia …”

Singa disimbolkan sebagai kekuatan dan keberanian. Bangsa-bangsa terdahulu membuat patung singa untuk unjuk kekuatan. Misalnya masyarakat Mesir Kuno membuat singa betina yang sering disebut sphinx. Singa ini diibaratkan penjaga makam raja.

Itulah cara Allah mengabadikan singa. Al Qur’an menampung kisah-kisah binatang sebagai pembelajaran kehidupan manusia. Meskipun hanya perumpamaan, namun kandungannya begitu mendalam. Bila manusia sedikit berfikir, maka kemungkinan besar seseorang akan bertambah imannya.