Sisakan Hartamu untuk Anakmu

Jum’at Berkah

“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

(QS Al-Anfal: 28)

Mencari rizqi adalah sebuah kewajiban bagi orang tua, khususnya bagi seorang ayah. Rizqi bermanfaat untuk beribadah kepadaNya. Rizqi bertujuan untuk memanfaatkan kehidupan. Orang yang rizqinya berkecukupan, maka saat beribadahpun merasa tenang.

Disisi lain, manusia diperintah untuk bertebaran di muka bumi mencari karunia Allah. Allah telah menyiapkan rizkiNya, manusia menjemputnya. Kemudian dari sebagian rizki itu diperintahkan juga untuk di infakkan, dikeluarkan zakatnya sehingga menyucikan bagi sisa harta lainnya. Diberikan juga kepada keluarga, kerabat, dan kepada siapa saja yang membutuhkan.

Jatah kepada keluarga sudah diatur melalui ilmu faraid (warisan). Jangan sampai apabila orangtua akan meninggal merasa cemas, karena anak keturunannya dalam keadaan lemah.  Sa’ad bin abu Waqqash pernah ditegur oleh Rasulullah SAW, diwaktu masih sakit.  Rasulullah melarang Sa’ad, agar hartanya jangan diberikan untuk kepentingan umum. Padahal hartanya tidak sedikit, hingga Rasulullah mengijinkan hanya sepertiganya saja. Dua pertiganya diwariskan kepada anak-anaknya.

Dengan mengikuti anjuran Rasulullah, harta yang diperoleh agar tidak semuanya masuk kantong sendiri. Sebab kedudukan harta bagi seorang muslim tidak sama dengan faham materialistik. Demikian juga perhitungan secara matematisnya juga berbeda. Seorang materialistik memiliki pandangan, bahwa bila ingin kaya, maka menabunglah. Akan tetapi kalau seorang muslim cara perhitungannya lain. Bila ingin kaya maka berinfaqlah.

Apabila seorang Muslim diberi harta kekayaan oleh Allah, kemudian ia bersyukur atas kekayaan itu dengan membelanjakannya menurut ketentuan-ketentuan Allah berarti memenuhi kewajiban-kewajiban yang telah ditentukan Allah terhadap mereka

Allah juga memperingatkan kaum Muslimin agar jangan terfokus pada pada masalah harta saja. Anak-anak juga merupakan amanah. Anak itu harus dididik dengan pendidikan yang baik sehingga menjadi anak yang sholeh. Apabila seseorang berhasil mendidik anak-anaknya menurut tuntutan agama, berarti anak itu menjadi rahmat yang tak ternilai harganya.

Oleh karenanya, memikirkan dan merawat anak hingga usia lanjut merupakan sunah Rasul. Harta yang kita miliki, ada hak bagi mereka.