Syaitan (2)

Jum’at Berkah

Tipu daya setan terhadap Adam dan Hawa

Semula, semua mahkluk hidup rukun dan damai di Surga. Meraka awalnya memuji dan tunduk pada perintah Allah. Persabatan mereka bercerai, ketika Allah memerintahkan semua makhluk tunduk kepada Adam, kecuali Setan. Keengganan setan untuk patuh kepada Adam, disebabkan karena kesombongan dan kebodohannya.

Perseturuan antara Adam dengan Setan terus berlangsung, hingga salah satu dari mereka mengibarkan bendera putih. Kegigihan Setan dalam menggoda Adam dan Hawa demikian gigih, tak kenal menyerah, dan memiliki motivasi yang tinggi. Hingga akhirnya Adam dan Hawa terpelanting dari taman Surga. Adam dan Hawa harus rela turun ke bumi karena melanggar perintah Allah hanya ingin menikmati buah kuldi.

Itulah tipu daya Setan pertama terhadap Adam dan Hawa yang memang sudah menjadi suratan takdir. Satu kosong untuk Setan. Namun setan lupa bahwa Adam dan Hawa itu adalah makhluk yang dicintai Allah. Setan tidak tahu apa yang akan terjadi, sehingga Allah memberi hadiah kepada Adam “Kemudian Tuhan pun tetap memilih Adam, lalu menerima taubatnya dan memberinya petunjuk” (al A’raf [7]: 23)

Firman ini memberi kabar gembira kepada umat-Nya. Setanpun tertipu, karena siapapun yang ingin bertaubat, maka Allah akan membuka pintu lebar dengan kasih sayang-Nya. Ibarat seorang dokter telah memberitahu tentang obat-obatan kepada pasien sebelum pasien terserang penyakit. Atau seperti anak panah yang dilepaskan dari busur musuh, tapi melenceng dari sasaran yang ditujukan kepada kita.

Tipu daya setan terhadap dua putra Adam

Setelah setan merayakan keberhasilannya, sehingga Adam harus turun tahta ke bumi, setan tidak akan puas bila hanya menelikung Adam dan Hawa. Setan pasti akan mencari perkara lain, agar mereka mengikuti jejaknya. Setan tidak akan pernah merasa jera dalam hal goda-menggoda. Orang jawa bilang “kapok sambel”.

Incaran berikutnya, tak lain adalah dua putra Adam. Setan mengorganisir dengan jitu, salah satu dari dua putra Adam. Setan terus mempermainkan sehingga salah satu putra Adam membunuh saudaranya sendiri. Dialah manusia pertama yang mengajarkan pembunuhan kepada anak cucu Adam berikutnya.

Peristiwa ini berawal dari rasa cemburu (lagi-lagi sifat Setan). Hati Qabil yang telah terbakar karena iri, tega menghilangkan nyawa saudaranya Habil. Cemburu karena kecantikan saudaranya Qabil dijodohkan dengan Habil. Padahal Allah sendiri yang memerintahkan, agar Adam menjodohkan setiap putranya pada selain kembaran mereka. Artinya Qabil menikah dengan kembaran Habil, dan Habil menikah dengan kembaran Qabil.

Keberhasilan setan menipu manusia, disambut dengan suka cita. Seperti janji dihadapan Allah, bahwa Setan akan terus mengusik kehidupan anak cucu Adam hingga akhir masa.

Sumber bacaan: Ighatsatul Lahfan, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.