Syaitan (3)

Jum’at Berkah

“Manusia itu dulunya merupakan umat yang satu, namun kemudian mereka berselisih” (Yunus : 19)

Tipu daya syaitan dalam memecah belah umat

Sepeninggal Habil, setelah dibunuh oleh saudaranya, Qabil, hati Nabi Adam sangat sedih. Permintaan beliau kepada Allah swt tidak semuanya dipenuhi. Karena Hasrat beliau adalah mendoakan agar anak keturunannya menjadi manusia yang salih. Menyembah hanya kepada Allah. Namun dalam perjalanan takdir telah membawa keadaan yang berbeda.

Jadilah, Adam berdakwah sendirian, ditemani oleh istrinya Hawa. Dia membawa pencerahan kepada anak keturunannya sendiri. Sebagaimana fitrah manusia, setelah berjalan beberapa ratus tahun, terbentuklah komunitas manusia yang satu. Atau umat yang satu. Mereka hidup damai dibawah bimbingan Nabi Adam. Sepeninggal Nabi Adam, umat tersebut lama kelamaan menjadi lupa, siapa sebenarnya dirinya. Satu orang dengan orang lain telah menampakkan diri menjadi saling curiga. Saling tolong-menolong dalam kemunkaran.

Sa’id bin Qatadah berkata “Kami pernah mendapatkan penjelasan bahwa tenggag waktu antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad. Semua orang yang hidup di abad tersebut berada di atas petunjuk dan syariah yang benar. Setelah sepuluh abad berlalu terjadi perselisihan. Akhirnya Allah pun mengutus Nuh sebagai rasul (utusan) pertama yang diutus oleh kepada penduduk di bumi”.

Pembuatan patung (berhala) yang pertama.

Suatu ketika, Bani Syits mendatangi jasad Adam di sebuah gua. Mereka mengagungkan dan mengucapkan Rahimullah (semoga Allah merahmatinya). Kebiasaan ini terus berlanjut ke anak, cucu dan keturunannya. Suatu ketika ada salah seorang dari Bani Qabil bin Adam berkata “Wahai Bani Qabil, sesungguhnya Bani Syits mempunyai tempat peribadatan yang mereka kelilingi dan mereka agungkan, sedangkan kalian tidak memiliki sesuatu”.

Mendapat teguran dari Bani Qabil, maka Bani Syits membuat patung sebagai ganti menghormati jasad Adam. Dalam penelusuran sejarah, terbukti bahwa kaum Syits merupakan manusia pertama yang membuat patung (berhala).

Dengan adanya patung, membuktikan bahwa inilah yang menyebabkan perbedaan antara kaum Muslim dan kaum musyrik. Patung ini pula, yang mengakibatkan syaitan menjadi semakin berkibar. Lewat bujuk rayu dan strategi yang jitu, syaitan berhasil menipu manusia yang tipis iman, dan menjadikan kaum terbelah, hingga sekarang.

Wad, Suwa’, Yaghuts, Yauq dan Nasr merupakan nama-nama orang shalih pada zamannya. Ketika mereka meninggal, kerabat dan anak keturunannya menjadi gelisah. Tatkala ada orang yang menawarkan diri membuat patung bagi yang sudah meninggal, agar anak keturunannya selalu ingat orang tua mereka, anak dan keturunannya setuju. Patung-patung tersebut didoakan disekeliling makam Adam, sampai satu generasi. Waktu berjalan sampai berganti generasi berikutnya. Setelah berganti beberapa generasi, tidak mengetahui dengan persis mengapa mereka menyembah kepada nenek moyangnya. Tradisi ini terus menjadi adat kebiasaan. Sampai generasi dibawahnya, hanya mengetahui bahwa salah satu ritual yaitu menyembah berhala yang dibuat oleh nenek moyangnya.

Sumber bacaan: Ighatsatul Lahfan, karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.