Tangan Kanan dan Kiri

Jum’at Berkah

Sesungguhnya Allah akan menolong seorang hamba-Nya selama hamba itu menolong orang lain.” (Hadits Muslim, Abu Daud Dan Tirmidzi).

Saya yakin, diantara pembaca pernah mengalami sebuah situasi yang sangat membutuhkan orang lain. Misalnya, pada waktu malam hari, naik kendaraan, kebetulan bannya bocor. Barang bawaan cukup banyak, sementara tidak tahu dimana harus menambal ban. Atau, pernah juga salah satu anggota keluarga sakit secara tiba-tiba. Jauh dari rumah sakit atau rumah dokter. Tidak ada kendaraan. Sementara pasien harus segera tertangani. Saat itulah kita sangat membutuhkan bantuan orang lain, meskipun hanya memberi informasi saja. 

Dalam situasi yang demikian itu, pertolongan orang lain sangat dibutuhkan. Berharap banyak ada tangan yang membantu. Cuma sayangnya, bila menoleh kebelakang sedikit saja, pernahkah kita membantu orang lain yang menghadapi kesusuhan? Pernahkan kita memberi informasi kepada orang lain tentang segala sesuatu yang dibutuhkan? Bila yang dilakukan sebaliknya, maka jangan berharap banyak orang lain meringankan kebutuhan kita. Keadaannya tidak seimbang. Kita menjadi tidak sadar, bahwa apa yang kita lakukan sebenarnya untuk diri sendiri. Bukan untuk orang lain. Bukan untuk siapa-siapa. 

Sistem yang mestinya dibangun adalah memberi sebelum meminta. Konsep ini sekarang sudah semakin jarang ditemui. Karena terlalu mengandalkan materi. Segala sesuatu diukur dengan fulus. Padahal memberi sebelum meminta sebenarnya fitrah. Kalau tidak ingin disakiti, jangan menyakiti. Kalau tidak ingin dihina, jangan menghina.

Hukum kekekalan energi memberi pencerahan bahwa, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Energi hanya berubah bentuk dari energi satu ke energi yang lain. Memberikan energi positip kepada dunia, energi itu tidak hilang. Ia pasti akan kembali kepada kita sendiri. 

Memberi hendaknya juga dengan tulus yang tanpa mengharap kembali. Namun demikian memberi hendaknya setelah kebutuhan kita cukup terpenuhi. Apa yang dilakukan oleh tangan kanan, hendaknya tangan kiri tak perlu tahu. Saat tangan kanan kedepan, tangan kiri ke belakang. Demikian juga sebaliknya. Kedua tangan memiliki fungsi masing-masing, tapi kedua tangan tak akan pernah jalan bersama. 

Menolong orang lain juga bukan hanya sugesti. Membantu meringankan beban orang lain bisa membuat perasaan menjadi bahagia. Menurut penelitian, membantu orang lain sangat baik untuk otak. Bahkan, orang yang kerap menolong, lebih jarang sakit dan berumur panjang.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *