Tembikar

Michael Pollan menulis sebuah buku Cooked: A natural History of Transformation (2013). Di daerah Asia, arkeolog menemukan beberapa tembikar keramik yang diprediksi berusia 20.000 tahun. Tembikar adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat yang dibentuk kemudian dibakar untuk dijadikan alat-alat yang berguna membantu kehidupan manusia.

Ada persepsi masing-masing orang. Tembikar bukanlah gerabah ataupun keramik. Karena menilik dari fungsinya. Tembikar dibuat untuk menjadi suatu obyek, sedangkan gerabah adalah dibikin untuk perkakas. Sedangkan keramik permukaannya telah dilapisi dengan porselin. Apapun perbedaannya, kalau merujuk pada tulisan Michael Polan, bahan dasarnya tetap dari tanah liat.

Ada sebuah teori tentang ditemukannya keramik pertama kali, salah satunya terkenal dengan ‘teori keranjang’. Teori ini menyebutkan pada zaman prasejarah, keranjang anyaman digunakan orang untuk menyimpan bahan makanan. Agar tak bocor keranjang tersebut dilapisi dengan tanah liat di bagian dalamnya. Setelah tak terpakai keranjang dibuang keperapian. Kemudian keranjang itu musnah tetapi tanah liatnya yang berbentuk wadah itu ternyata menjadi keras. Teori ini dihubungkan dengan ditemukannya keramik prasejarah, bentuk dan motif hiasnya di bagian luar berupa relief cap tangan keranjang (Nelson, 1984: 20).