Tertambat Gene Netto

Pagi ini, seperti biasa, saya sudah sampai di stasiun Klaten pukul 05.35 WIB. Sebentar lagi kereta api KRL segera merapat. Menurut jadwal, keberangkatan kuda besi lintasan Solo- Jogja berangkat dari pukul 05.40 untuk jadwal yang jam pertama, dengan membawa delapan gerbong. Ada waktu beberapa menit untuk saling tegus sapa dengan sesama pelanggan.

KRL berjalan seperti biasanya. Tidak terlalu cepat ataupun lambat. Karena pengguna rel bukan hanya KRL tapi juga kereta api lainnya yang telah memiliki jadwal tetap. Seperti halnya bulan mengitari bumi, atau bumi mengitari matahari. Tidak pernah menempuh waktu terlalu cepat atau lambat meski hanya beberapa detik.

Dua puluh lima menit, waktu yang cukup untuk membaca berita pagi hari, atau tulisan yang diposting beberapa sahabat di media sosial. Secara kebetulan saya menemukan akun milik Gene Netto di sebuah laman face book. Terus terang saya baru pertama kali mengetahui nama tersebut, dan pertama kali, dan saya tertarik pada sebuah tulisan. Agar tidak terjadi salah tafsir, maka saya sadur secara utuh postingannya.

Assalamu’alaikum wr.wb. Banyak orang membahas lembaga amal karena ada kasus di berita. Ada suatu lembaga amal di sini, yang pernah undang saya ceramah tentang pengalaman menjadi muallaf, lalu pembina muallaf. (Saya tidak mau sebutkan namanya. Bukan ACT!) Saya terima saja, tanpa banyak bertanya. Setelah ceramah selesai, ada host yang tanya saya tentang kebutuhan dana untuk bantu muallaf. Saya jelaskan hanya perlu biaya pergi dan makan di luar, saat ada yang konsultasi. Jadi tidak berat, bisa bayar sendiri.

Dia minta nomor rekening saya, agar umat bisa “menyumbang” untuk kegiatan dakwah saya. Tiba2, orang dari lembaga amal yang bawa saya ke sana lari ke depan dan koreksi si host: “Baca nomor rekening Lembaga dong, bukan yang punya bule ini!!!” Saya diam, dan senyum saja. Setelah dikoreksi, host membaca nomor rekening Lembaga itu.

Ketika selesai, saya diskusi tentang perang yang baru selesai di Gaza (di saat itu). Orang itu terlihat agak “bahagia”. Dia jelaskan: “Kami senang kalau ada perang di Gaza. Menjadi kesempatan kami di sini untuk galang dana besar!” Saya tanya apa seluruh dana itu kemudian dikirim ke Gaza (karena dikumpulkan atas nama rakyat Palestina). Dia ketawa saja dan jelaskan: Tentu saja tidak!! Ada banyak program di sini, dan biaya operasional, jadi hanya sekian persen yang bisa dikirim ke Gaza.

Saya coba tanya tentang penggalangan dana hari itu untuk program pembinaan muallaf. Dia jelaskan, dana untuk bantu muallaf harus besar, karena kebutuhan mereka banyak. Setelah pulang, saya bertanya kepada beberapa ustadz yang juga membina muallaf. Semua mengaku, belum pernah dengar Lembaga itu bantu muallaf, jadi tidak tahu ada program apa, sampai perlu galang dana atas nama muallaf… Setelah pengalaman itu, saya malas berurusan dengan mereka, dan lembaga amal yang lain. (Walaupun saya yakin ada banyak sekali kebaikannya juga!)

Jadi kalau ada yang bertanya kenapa saya selalu bertindak secara perorangan, tanpa “bergabung” dengan lembaga2 terkenal, itu sebabnya. Selama ini, saya merasa bisa percaya pada diri sendiri (belum pernah menipu diri sendiri, hehe), dan 100% dari dana yang saya galang disalurkan kepada targetnya. Dan saya juga tidak mau menjadi Muslim yang bisa merasa “senang” melihat Gaza diserang, dan tidak mau duduk bersama orang yang “senang” itu karena ada niat isi tabungan mereka. Jadi saya bertindak sendirian saja, dan bertanggung jawab sendiri di dunia dan di akhirat.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

-Gene Netto

Jati Diri :

Gene Netto: Lahir di Selandia Baru. Kuliah di Universitas Griffith, Brisbane, Fakultas Kajian Asia dan Fakultas Pendidikan. Menetap di Jakarta sejak 1995, masuk Islam tahun 1996. Aktivitas utama: Menjadi guru dan pelatih guru. Sedang berusaha membuat yayasan baru, dgn program pendidikan, sosial, kesehatan dan dakwah. Ingin mendirikan progam pelatihan guru nasional. Sedang menulis buku ttg agama Islam dan Kristen. Belajar agama. Membantu mengembangkan berbagai organisasi dan yayasan. Aktif dalam komunitas pendidikan dan guru online. Aktif membina muallaf. Ceramah sewaktu2 (tidak rutin). Ingin segera terbitkan buku pertama, “Mencari Tuhan, Menemukan Allah” (membandingkan agama Islam dan Kristen).