Jum’at Berkah

Seorang Istri adalah pemimpin bagi rumah tangga dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya. (HR Muslim)

Zurriyah Tayyibah artinya keturunan yang baik. Dalam ilmu kesehatan, gen yang diturunkan adalah gen yang baik. Gen yang kurang baik atau tidak baik sama sekali terlempar dari alur turunan. Itulah keinginan setiap orang tua. Anak yang baik, bukan jaminan dari orang tua yang baik pula. Demikian pula sebaliknya, anak yang tidak baik bukan berarti bawaan dari orang tua yang tidak baik. Untuk menjadi orang yang baik, orang tua lebih banyak fokus dalam pembinaan keluarga, pola pergaulan dengan lingkungan. Gen hanyalah salah satu faktor yang bersifat fisik.
Kepemimpinan keluarga, dalam khasanah Islam lebih banyak ditujukan figur ayah. Namun sesungguhnya kontribusi seorang ibu dalam kepemimpinan keluarga memiliki andil yang sangat besar. Karena seorang anak secara fitrah lebih dekat dengan ibu. Intensitas waktu dalam keluarga, seorang ibu lebih banyak bersama anak bila dibandingkan dengan ayah. Ibu adalah orang jasanya sangat besar terhadap perkembangan karakter anak. Di masyarakat, banyak ditemukan kebiasaan dalam adat istiadat maupun budaya lisan bagaimana seorang anak lebih menyatu dengan Ibu. Tidak berlebihan jika Ibu secara de facto menjadi seorang pemandu dalam keluarga.

Ibu adalah sosok hebat di dalam keluarga. Ia bisa menjadi apa saja di dalam sebuah keluarga. Peran ibu di dalam keluarga memang sangat besar. Ia dapat mengayomi, mendidik, dan mengajarkan berbagai hal kepada anak-anaknya. Bahkan, ibu juga bisa menjadi seseorang yang dapat menjembatani komunikasi keluarga. Misalnya, komunikasi antara ayah dan anaknya.

Islam adalah agama yang adil. Semua manusia sama dihadapan Allah swt. Hanya orang yang berimanlah sebagai pembeda. Kepemimpinan dalam keluarga telah diatur oleh Nabi Muhammad saw. Nukilan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, seperti tertera di atas, menunjukkan secara tegas menyatakan bahwa kaum perempuan adalah pemimpin dalam keluarganya bersama-sama dengan suaminya. Kepemimpinan yang kolektif, yang saling melengkapi satu dengan lainnya. Hubungan suami dan istri ibarat pakian yang saling menutupi dan melengkapi.
Justru dengan memberikan beban yang berat kepada seorang Ibu, Allah memberi ganjaran bahwa seorang anak harus berbakti kepada Ibu 3 kali lebih besar dari seorang ayah. Allah juga memberi kemulian kepada seorang Ibu, agar menurunkan generasi yang Zurriyah Tayyibah.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *